Kartu Kredit Yang Menggemparkan Oleh Siti Ayu rukmini
Kejahatan melalui internet atau cyber crime masih saja marak di Indonesia. Skimming kartu automatic teller machine (ATM) dan kejahatan carding atau pembobolan kartu kredit marak terjadi dimana-mana.
Polisi sendiri mengaku kesulitan untuk menangkap pelaku pembobolan kartu kredit. Kepala Unit Perbankan Direktorat Tindak Pidana Khusus Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Besar Djoko Purbohadijoyo mengatakan Indonesia saat ini sangat minim regulasi untuk mengantisipasi kejahatan seperti ini.
"Kita sulit menangkap pelaku pembobolan terutama orang asing karena berkaitan dengan kedaulatan negara, walaupun ada kerja sama antarkepolisan. Tetapi tetap harus meminta izin jika ingin memproses penjahat di negara lain, kita tidak bisa sembarangan tangkap, kan kita harus izin," ujarnya. Namun demikian, peringkat pembobolan kartu kredit di Indonesia masih berada pada posisi kedua terendah dibandingkan negara lain di wilayah Asia Pasifik. Adapun berdasarkan data visa, peringkat fraud Indonesia berada pada posisi ketiga terendah dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.
Data terakhir Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter mencatat, pada bulan Mei 2013 saja, tercatat telah terjadi 1.009 kasus pembobolan (fraud) yang dilaporkan dengan nilai kerugian mencapai Rp2,37 miliar.
Kejahatan kartu kredit yang paling banyak terjadi adalah pencurian identitas dan Card Not Present (CNP). Dengan jumlah kasus pencurian identitas sebanyak 402 kasus dan CNP 458 kasus dengan nilai masing masing Rp1,14 miliar dan Rp545 juta yang dialami 18 penerbit.
Berangkat dari data tersebut, dengan semakin canggih teknologi semakin terbuka pula peluang melakukan tindak kejahatan tak terkecuali di dunia perbankan. Berikut sejumlah kasus pembobolan kartu kredit yang pernah terjadi di Indonesia.
Pembobolan kartu kredit.
Dompet milik Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu & Demokrasi (Perlude) Tit Anggraini dicuri beserta kartu kredit di dalamnya. Pelaku lalu memakai kartu kredit tersebut untuk belanja 50 gram emas di dua toko lebih dari 25 juta
Peristiwa itu terjadi saat Titi tengah bersantai menikmati teh di salah satu resto di Jalan H.O.S. Cokroaminoto Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/11). Titi begitu terkejut begitu menerima notifikasi transaksi pembelian emas via pesan singkat ke ponselnya. Kartu kredit digunakan untuk transaksi sebesar Rp12.835.000,00 di toko emas Gajah Mada Jewellery Lalu, beruntun datang lagi notifikasi SMS transaksi kartu kredit di toko emas Nanjak Jalan Paseban No. 3C. Rp12 875.000,00
Setelah ditelusuri ternyata pelaku adalah seorang wanita. Dia terekam CCTV saat transaksi di Toko Emas Gajah Mada Jewellery. Setelah bertransaksi, pelaku meninggalkan dompet yang sudah dikuras isinya di Gado- Gado Boplo, Thamrin City. Titi sudah melaporkan kehilangan, dan tindak pidana pencuriannya ke Polres Metro, Jakarta Pusat.
2. Korban penjambretan.
Tahun lalu, korban penjambretan bernama Irene telah kehilangan handphone, dompet, uang, dan kartu kredit. Dalam kasusnya tersebut, pihak bank memberitahukan bahwa kartu kredits udah digunakan dengan nominal transaksi mencapai Rp30 juta.
Irene pun meneruskan laporan itu ke Polresta Medan, dan dari penyelidikan yang dilakukan, petugas pun mendapatkan jejak pelaku bernama Dewi yang merupakan seorang pegawai di salah satu toko di Sun Plaza, Medan.
3. Penangkapan pencuri andal kartu kredit dan debit.
Tahun lalu, empat pelaku pencurian data kartu kredit dan kartu debit diciduk petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Keempatnya yaitu SA (36), TK (37), FA
(36), dan KN (28). Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda dengan barang bukti 40 kartu
kredit. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, kala itu menuturkan penangkapan berawal dari puluhan pengguna kartu kredit ataupun debit yang melaporkan adanya transaksi mencurigakan di rekeningnya.
"Setelah ditelusuri ternyata sebagian besar pelapor adalah mereka yang kerap melakukan transaksi di kasir toko Body Shop di wilayah Jakarta dan Padang," ujar Rikwanto. Selain itu, petugas juga masih memburu tiga pelaku yang diduga menggunakan kartu kredit dan debit yang sudah diisi dengan data-data orang lain.
Komentar
Posting Komentar