Mengenal Badan Otonom (Banom) dalam Nahdlatul ulama oleh Siti Ayu Rukmini

 Nahdlatul Ulama memiliki badan otonom (banom) sebagai perangkat yang bertugas menjalankan program NU sesuai dengan basis keanggotaannya. Ketua Umum setiap banom dipilih oleh anggotanya melalui forum kongres.

adapun badan otonom terbagi menjadi dua, yakni berdasarkan usia dan keprofesian atau kekhususan lainnya. Badan otonom berdasarkan usia adalah sebagai berikut 


1. Muslimat Nahdlatul Ulama. 


Anggota Muslimat NU merupakan perempuan NU. Organisasi ini lahir pada 29 Maret 1946.


2. Fatayat Nahdlatul Ulama. 


Anggota Fatayat NU adalah perempuan muda NU berusia maksimal 40 tahun. organisasi ini lahir pada 24 April 1950 di Surabaya, Jawa Timur.


3. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU). 


Anggota GP Ansor NU adalah laki-laki muda NU yang maksimal berusia 40 tahun. Organisasi yang dibidani dan diberikan nama langsung oleh KH Abdul Wahab Chasbullah ini secara resmi masuk dalam keluarga besar NU pada 24 April 1934 ketika Muktamar Kesembilan di Banyuwang GP Ansor pun mengembangkan kepanduan Barisan Nahdlatul Ulama (Bance) yang pada perkembangannya menjadi Barisan Ansor Serbaguna (Banser).


4. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).


Anggota IPNU adalah pelajar dan santri laki-laki NU yang berusia maksimal 27 tahun. Organisasi ini dibidani oleh KH Tolchah Manshur, Abdul Ghoni, Sofwan Kholil, dan rekan-rekannya di Semarang Jawa Tengah pada 24 Februari 1954 saat Kongres Lembaga Pendidikan Maarif NU.


5. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PPNU).


Anggota IPPNU adalah pelajar dan santri perempuan NU yang berusia maksimal 27 tahun Organ ini lahir pada 3 Maret 1955 di Malang, Jawa Timur IPPNU memiliki organisasi kependuan temama Korps Pelajar Put (KPP) yang lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada Oktober 1964.

6. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). 


Anggota PMIl adalah mahasiswa. Organisasi ini lahir pada 17 April 1960 di Surabaya dengan Ketua Umum pertamanya adalah Mahbub Djunaidi. Kelahiran PMI bermula dari Departemen Perguruan Tinggi di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PNU). 


sementara itu, badan otonom yang basis, keanggotaannya berdasarkan keprofesian den kekhususan lainnya adalah sebagai berikut.


1. Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdilyah (Jatman). 


Banom ini bertugas sebagai pelaksana kebijakan NU dalam pengamalan dan pengembangan tasawuf. Organisasi para pengamal tarekat ini lahir di di Tegalrejo Magelang 15 Ratul Awal 1377 H/10 Oktober 1957 Namun, organisasi ini baru masuk dalam NU saat muktamar ke-26 di Semarang pada tahun 1979. Jatman memiliki banom untuk mahasiswa, yakni Mahasiswa Ahli Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah (Matan) yang diresmikan pada Januari 2012 saat Muktamar XI Jatman di Pondok Pesantren Bululawang, Malang, Jawa Timur.


2. Jam'iyyattul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JOHNU). 


Banom ini bertugas melaksanakan kebijakan NU dalam pengembangan kajian dan tilawat Qur'an Organisasi ini lahir pada 17 Ramadhan 1370 di Jakarta atas inisiasi KH Abdul Wahid Hasyim sebagai Menteri Agama saat itu melihat banyaknya perkumpulan qari dan hafiz Al-Qur'an. 




3. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).


 ISNU merupakan banom pelaksana kebijakan NU dalam pengembangan, penerapan dan tanggung jawab keilmuan. Organisasi ini lahir atas rekomendasi dari Muktamar Ke-32 di Makassar tahun 2010 dan baru dibentuk keorganisasiannya pada tahun 2012.




4. Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi). 


Sarbumusi memegang mandat NU dalam melakukan kebijakan NU di bidang pengembangan dan peningkatan kesejahteraan buruh dan tenaga kerja indonesia. Organisasi ini berdiri pe tanggal 27 September 1955 di Pabril Guta Tulangan, Sidoarjo Jawa Timur. Kelahirannya bermula dari Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) XX di Surabaya Tahun 1954. 




5. Pencak Silat Pagar Nusa.


PS Pagar Nusa bertugas mengembangkan seni bela diri Para pendekar turun gunung membentuk organisasi pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya melalui Surat Keputusan tertanggal 9 Dzulhijah 1406/16 Jul 1986. 




6. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).


Banom ini ditugaskan NU untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan ustaz dan guru. Maarif NU Surabaya yang diberi mandat untuk membentuknya berhasil mendirikan PC Pergunu Surabaya pada 1 Mei 1958, Pimpinan Pusat Pergunu berhasil dibentuk pada 14 Februari 1959.




7. Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama.


Banom ini lahir sebagai pelaksana kebijakan NU untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Organisasi ini didirikan pada Muktamar NU ke 33 tahun 2015 di Jombang, Jawa Timur 


8. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari NU). 


Ishari NU merupakan banom yang melaksanakan kebijakan NU dalam pengembangan budaya seni hadrah dan shalawat Organisasi ini lahir pada tahun 1959 dan masuk menjadi banom NU pada 1961 atas permintaan Rais Aam PBNU KH Abdul Wahab Hasbullah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMPPLEMENTASI COMPUTATIONAL THINGKING oleh Siti Ayu Rukmini XI MIPA

RADIKALISME oleh Siti Ayu Rukmini