Mengenal rukyatul hilal metode NU dalam penentuan awal bulan hijriyah oleh Siti Ayu Rukmini

 penentuan awal bulan hijriah ada dua metode yang populer yaitu rukyatul hilal dan hisab Nahdlatul ulama dalam hal ini menggunakan metode rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan hijriah termasuk Ramadan idul Fitri dan idul Adha.

"penentuan awal bulan hijriyah yang dipedomani Nahdlatul ulama (termasuk di dalamnya penentuan awal Ramadan dan hari raya idul fitri atau idul Adha) adalah berdasarkan rukiah hilal sebagai ibadah yang bersifat fardhu kifayah. 

ada 4 ketentuan yang NU terapkan dalam menggunakan metode rukyatul hilal:

1.jika hilal di bawah ufuk

jika hilal masih di bawah ufuk atau minus di bawah nol derajat maka rukiah tidak lagi berlaku fardu kifayah.

2.jika hilal teramati

jika hilal dapat teramati dengan posisinya yang sudah mencapai kriteria imkan ruqyah atau visibilitas hilal, kemungkinan hilal bisa teramati yang dipedomani oleh NU maka kesaksian perukiat tersebut dapat diterima dengan begitu bulan berlaku isbat.

3. jika hilal melebihi kriteria imkan rukyah

jika hilal telah melebihi kriteria imkan ruqyah yang dipedomani NU tetapi hilal tidak teramati di seluruh titik di Indonesia maka berlaku istikmal.

4. jika hilal sesudah tinggi

jika hilal sudah sangat tinggi tetapi tidak teramati secara hukum mestinya istigmail namun jika berlaku Istiqlal akan berpotensi mengakibatkan umur bulan berikutnya hanya 28 hari adapun kriteria imkan ruqyah NU yang dipedomani pada saat ini adalah 3 derajat untuk tinggi hilal mar'ie dan 6,4 derajat untuk elongsi hilal hakiki yang berlaku wilayah hukum Indonesia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Badan Otonom (Banom) dalam Nahdlatul ulama oleh Siti Ayu Rukmini

IMPPLEMENTASI COMPUTATIONAL THINGKING oleh Siti Ayu Rukmini XI MIPA

RADIKALISME oleh Siti Ayu Rukmini